wake me up when its over..

June 23rd, 2005

have you ever been in a state of confusion?

like something that you used to hold on to, something you believe in so much

falling over. And there’s no sign of its gonna be over…

well i am

im about to believe that there is such a true love

there’s something worth enough to fight for

at least there’s something that makes me smile..every damn day

but hey…i think life’s not gonna make it easy for me

the road still long, and winding :)

anyone….wake me up please….when it’s all over




6 Responses to “wake me up when its over..”

  1.   Rhapsody on June 24, 2005 11:04 pm

    Hello Datie, it’s me Suzy @ Rhapsody.

    From your experience I can only advise you this. Think hard and be patient cos yours is a matter of 2 different religion. Ask yourself where’s this relationship is heading to and ask yourself are you ready? Ready to commit in a relationship where there’s so much to discuss and make changes. Is he willing to convert? Or are you both gonna be in Civil Marriage when you are rest assured of your relationship in future. It’s normal to be happy when the world revolves around the 2 of you. But how long will that happiness last without considering your relationship to the next level?
    No pressure. For the meantime hang-on while there’s still hope. Like what most people would say,”COME WHAT MAY”. BUT…also be prepared to loose it cos the longer you prolong this uncertainty…the greater the challenge is. You guys need to talk things over in an adult way and get both understandings. No point holding it back if you guys carry on with no string attach. The point is, you need to know where it’s going and not how long.
    Love is a very strong word. It’s hard to deal with it when there’s emotion involve. No matter what the outcome is, be strong and pray hard that everything will be fine for you….. :)
    Takecare!

  2.   datie on June 25, 2005 12:54 am

    dear suzy..thanks a lot hunnie!!! well lets hope for the best and try to do the best rite? ;)

  3.   Rhapsody on June 27, 2005 8:35 am

    Hey Datie :)
    To be honest with u…me myself isn’t that perfect in love….but my principle in life is always “NEVER BE AFRAID TO FAIL & NEVER GIVE UP HOPE BEFORE TRYING…” The word is SURVIVAL babe!

  4.   a cup of me on June 28, 2005 2:09 am

    mmm itu td artinya apaan yah? :) aku ga gape bhs inggris..tp klo ku terka2 artinya,pacaran beda agama yah? iya bkn sii… aku dulu jg pnah gt.sama yg skrg jg beda.ud 3taun 4bln jln brg.klo aku,dr awal komit.krn ud tau sama2 beda jgn sampe bsk ditngah jln jd badai.klo emang ga bs bareng ya aku lbh memilih “enggak aja”.atau coba cari jln tngahnya,menikah di luar negeri kayak artis2 tu looh..:D krn di negara qta blm diijinkan pernikahan beda agama.catatan sipil skrg jg ud ga ada.percaya d,Tuhan ga bakal nyusahin qta klo soal jodoh :) lbh baik menunggu the right man,drpd menghabiskan hidup dgn orang yg tdk tepat. ok sist? :) terus berjuang yah! =)

  5.   Donny on June 28, 2005 9:01 am

    Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

    Pemuda itu menceritakan semua masalahnya pada seorang Pak Tua yang ditemuinya secara tidak sengaja. Pak Tua itupun secara bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?” ujar Pak Tua itu.

    “Asin. Asin sekali,” jawab sang pemuda, sambil meludah kesamping.

    Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu.

    “Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah.”
    Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, beliau bertanya, “Bagaimana rasanya?”
    “Segar,” sahut sang pemuda.
    “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?” tanya beliau lagi.
    “Tidak,” jawab si anak muda.

    Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda.
    Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.
    Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.
    Lapangkanlah dadamu menerima semuanya.
    Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

    Beliau melanjutkan nasehatnya. “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.
    Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

  6.   Rhapsody on July 10, 2005 8:54 am

    Hello Again :)
    Percayalah sis. Walau sehebat mana sebuah perasaan cinta itu, jangan and NEVER NEVER Civil Marriage. Ok? Karna itu adalah satu perkara yg dilaghnati Allah swt. Jauhkan perkara keji itu karna ia akan membawa kemudaratan utk kita dimasa depan. Apapun jua sis, tetap tabah dan byk2 kan berdo’a semoga Allah swt bisa memberi mu jalan kluar yg mudah dan tenang. Amin :)

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind