real dreams are made from hand?
d Pagi ini ngga seperti biasanya, saya bangun jam setengah tujuh dan mendapati suara dan badan hotlen yang tertangkap mata sekaligus pertama kali…ngebangunin saya dengan panggilan jeleknya dia seperti biasa,,"ndut, ayo bangun ndut udah setengah tujuh" sambil tetep aja mondar-mandir dari meja dia ke komputer banklagu..dan bikin saya juga kebangun setiap kali dia melewati saya dari jam 1 dini hari..yahh ngga nanya pun saya tau dia lagi sibuk mentransfer cd - cd yang dimata saya jutaan banyaknya ;p ngingetin saya terus-terusan juga, kalo saya juga masih punya kewajiban yang sama banyaknya…huhuhu too much song definetely kills you ;p
Ya hari ini saya nginep studio, bangun dan mengawali hari di studio, dan tetep ngebangunin jogja dengan suara di hari NYyepi yang sekaligus hari film nasional (selamat Nyepi yaaa buat yang merayakan!)..
Disemua gegap gempita semangat meramaikan lagi perfilm-an indonesia sendiri, menyimpulkan dari secuil kecil suara anak-anak muda pagi ini yang mengeluhkan lebih bagusnya soundtrack film ketimbang film-nya sendiri, jalan cerita yang suka ngga jelas, atau pemainnya yang lebih ganteng daripada aktingnya..
Jadi miris mendapati kenyataan lebih hafalnya kita sama film terbaru garapan Ang Lee adalah Brokeback Mountain yang tahun ini mengantarkannya menjadi sutradara terbaik versi Oscar, daripada mengingat pemeran Kabayan di Kabayan Saba Kota itu jelas - jelaslahhh Didi Petet, atau bahwa film pertama Dian Sastrowardoyo adalah Bintang Jatuh (yuhuuu masa’si ngga ingett )..
ngga banyak yah yang bener-bener "ngeh" sama film dalam negri..termasuk saya sih hehehe yang kadang suka ngomel-ngomel dalam hati kalo ngeliat ada sesuatu yang ngga mengena di hati pas nonton salah satu film dalam negeri sendiri..padahal seharusnya sih saya sudah sangat bersyukur dengan banyaknya jumlah deretan film indonesia yang bisa kita pilih di sekarang - sekarang ini, bersyukur ada Mira Lesmana, Nia Dinata, Hanung Bramantyo, Garin Nugroho yang sampai sekarang bikin saya pengeen banget punya semau episode Anak Seribu Pulau-nya, dan semua sutradara-sutradara lainnya…kalau cerita-nya temen saya sih, satu film sederhana aja ternyata repot, apalagi yang beliau-beliau bikin ini…dan kalau ngga’ ada mereka, mungkin sekarang saya makin "luar negeri" minded :p
Ya ngga bisa disalahkan sih, emang kaya’nya lebih gampang buat melakukan banyak hal "keren" mulai dari film, gaya hidup, sampai reality show yang kok kalo dibikin versi Indonesia-nya ngga "ngena" ya? heheheheh…
Seperti halnya pagi ini saya merinding merinding sendiri mendengarkan suara Randy Robinson, bocah 12 tahun dari Hawaii yang berkesempatan menyanyikan Hero versi-nya sendiri didepan Mariah Carey, Oprah dan jutaan pasang mata…Emang sih suara-nya dia juga ampun-ampunan sampe ditawari kontrak rekaman, dan diproduseri oleh Mariah sendiri..
Kemudian sedikit terharu ketika nonton gimana senengnya Lauren gadis cantik penderita kanker..who got a chance to make her wildest dream comes true..
even when its only as simple as a beautiful bedroom..seperti Nate, dekorator imut yang rela datang jauh jauh dan kemudian melakukan ‘make over’ untuk kamarnya bilang
it wasn’t about the paint and the pillow, but it’s about making the dream comes true…and i agree, our wildest doesn’t have to be something fantastic, glamorous nor fantastic..saya sendiri "cuma" memimpikan a big backyard in my own little house with a paddy field view, and if it’s not too much, everyday is a lazy day with books and movies without having no worries about what i’m gonna eat for breakfast in tomorrow morning :) or if its too much, maybe a person who’ll accompanied me cheering everyday , having the same kind of dream, the same person lighten up my days when life’s gettin’ rough, enjoying the life itself..
Karena kalau impian segelintir orang bisa dengan gampang-nya terwujud di satu episode "Wildest Dreams Come True"-nya Oprah, mungkin sebagian besar lainnya ( termasuk saya ) disini harus bener-bener ngerasain panas, ngantuk dan capeknya begadang buat mendapatkan 500ribu untuk hidup di jogja, ngerasain nggak enaknya cuma punya sepuluhribu dikantong padahal masih 4 hari menuju tanggal 1 dan ada motor yang harus di isi bensinnya, hahahahaha…jalan hidup emang sendiri - sendiri!
A lil bit to cheers me up. . .kata orang-orang yang sudah mengalami-nya jauh sebelum saya lahir, itu nikmatnya berjuang mewujudkan mimpi, karna sesuatu yang diperjuangkan akan lebih bermakna, untuk dihargai..bahkan buat kita sendiri..
cause real dreams are made from hands!
PS
untuk semua yang sedang membuktikan kepada siapa saja yang ada dalam hidup kita masing-masing..bahwa kita bisa..ya Ya’ ? cause i believe we can be "someone" from "no one"!
Film |One Response to “real dreams are made from hand?”
Leave a Reply
iya…manusia punya jalan-masing2 tuk dapetin apa yg diimpikannya…mungkin kita termasuk golongan orang yg harus bersusah-payah dulu tuk dapetin itu..