HARI DARAH
Ini jam 1.20 saya sempet2in online bentar..setelah 3 hari tanpa komputer..bukan, bukan karena jogja sebegitu parahnya seperti yang beberapa hari terakhir terpampang di televisi..ya memang beberapa daerah memang ancur, sehancur satu daerah di imogiri yang katanya bahkan engga aeda satu tiangpun berdiri..sehancur hati seorang ibu yang cuma bisa lemas bercerita sambil saya ganti infusnya..tentang bingung nya dia kalau sudah keluar dari rumah sakit, akan kemana perginya…"sudah ngga bawa apa-apa selain badan mbak"..Tapi karena saya udah kangen pengen denger musik yang bikin tenang dan udah ngga sabar pengen numpahin semua yang ada dikepala hari-hari kemaren..and there’s more than one reason i feel i have to write this down..
beberapa jam setelah gempa, saya pikir saya ngga akan pernah denger cerita seperti itu langsung didepan mata..ngga..biarpun alhamdulillah-nya bencana ini ngga se-besar kejadian yang ada di Aceh..setidaknya ada beberapa cerita yang membuat saya akhirnya memahami..seperti apa yang terjadi di Aceh..membuat saya tersentak, speechless, sangat mengerti seperti apa rasa-nya berada dalam gelombang panik..berada ditengah-tengah teman-teman tersayang yang berteriak dan menangis panik..mendengarkan dgn sedih telfon terakhir mereka pada orang-orang yang terkasih meminta maaf untuk terakhir kali…
menulisnya pun bikin saya pengen nangis..nggak enak!
Buat sebagian orang mungkin akan terasa sangat lucu dan kocak mendengar cerita saya, yang terkecoh berita soal isu tsunami..
but believe me..kalau saja merasakan bagaimana tidak enaknya terbangun karena kejatuhan benda-benda, tidak mendapat akses berita dari televisi ataupun radio ,dan se-jam kemudian ketika sedang mau menenangkan diri tiba-tiba semua orang berlarian kearah utara jogja sambil berteriak-teriak.."TSUNAMI!"..
what would you think??
satu hari yang menyebalkan menurut saya…Shocking..dan..bikin olahraga jantung…lha berita-nya alau ngga berita tentang berapa jumlah korban, berita tentang kemungkinan gempa susulan, sampai cerita via sms dari temen saya yang hari pertama sudah keliling-keliling dan bilang "di panti rapih yang udah meninggal ama yang sakit dijadiin satu, diluar, makes me wanna cry" siapa juga yang ngga miris?
Saya sangat-sangat bersyukur sekali..
i’m alive, without any loss except my heart..
i lost my cockiness of not having any fear of death
i lost my haughtiness about underrating a disaster and
i lost my presumptions of not affaid loosing people that i love..
membuat saya meng-sms semua temen2 yang saya cinta setelah isu tsunami-nya berakhir, berteriak sampai suara saya habis dari dalam mobil hanya untuk menyuruh Hotlen si MD menyebalkan itu naik mobil buruan daripada bengong dan bingung mau naro motor dimana..sementara orang2 berteriak airnya udah keliatan…bego’! itu yang saya pikir saat itu..dan kebingungan setengah mati karena bunda, my sist itu sudah melarikan motornya dengan tangis kearah jalan kaliurang…"ohh no, dont’ loose her"..itu yang saya pikirin.."saya ngga mau kehilangan salah satu pun dari mereka"
really…itu sangat jauh dari kesan lucu, bego ataupun unlogical things to do dari seorang gw…nggak..i’ll never forgot that undescribable moments..
Ya itu yang kemudian bikin saya ingin tau kabar semua orang, dan membuat saya ada di rumahsakit dua hari ini, menyerahkan apa yang bisa saya lakukan buat orang-orang yang akhirnya merasakan kehilangan yang mungkin saja bisa saya rasakan..tapi entah Allah masih sayang banget sama saya, atau hanya sedang mengingatkan saya bahwa hidup itu terlalu berharga untuk hanya disia-sia kan seperti yang saya lakukan kemarin-kemarin..
emang kalo ngebantuin bangga gtu yahh?"
bukan bangga..tapi lebih tepatnya karena kalau saya ada dikeadaan yang sama, sayapun ingin dimengerti dan dibantu dengan kasih sayang.Seperti mengerti-nya mamah dan bapak saya yang ngga menyuruh-nyuruh saya untuk pulang dan aman bersama mereka dan mendukung tanpa banyak bertanya ketika saya minta ijin..hahaha..secara nyokap gw gitu? orang paling khawatir sedunia
Dan banyak-nya generasi kita yang peduli sama kota ini bikin saya terharu, dari cerita-cerita yang saya edapat dari mereka yang sudah melibatkan diri dari hari pertama..yang kata mereka adalah "Hari Darah" because that’s the only thing they saw at the BigDay..Blood and Death comes in a day..death bodies were stacked like garbish..tears and all kind of yells were alive…Yea..banyak sekali temen-temen yang sebegitu peduli-nya, melakukan banyak hal yang menurut istilah saya "whatever i can do with my barehands" tanpa keinginan muluk-muluk apapun…Membuat saya menjadi lebih menggebu-gebu untuk melakukan hal yang sama..itung-itung menyalurkan kasi dan cinta saya buat orang yang saya cintai tapi nggak bisa disalurkan
seperti bayi umur 8 bulan yang baru ketahuan mengalami patah tulang setelah dua hari ngga berhenti nangis dan akhirnya dapat diagnosa dari pertolongan sederhana yang dateng dari temen-temen mahasiswa yang dateng ke salahsatu desa di Bantul menyarankan buat dibawa ke RumahSakit..setelah 2 hari! bayangin…yang ada di mata saya, itu adalah fathia keponakan saya dan yang ngga berhenti-hentinya menggendong selama 2 hari itu adalah kakak saya satu-satunya…ya gitu-gitu dehh..
i wish i have money..
much enough to fly myself to the X area and bring things they need
soon enough so they don’t have know how it feels to sleep under the starry skies
soon enough that rains could not falls on them to share it’s shiverring cold
i wish..
but i don’t..
kalau postingan ini dikira ditulis dengan maksud provokasi..ya..sedikit banyaknya emang iya kok…
mudah-mudahan postingan ini bikin saya selalu ingat dan bersyukur..
tidak harus merasakan ngga enak-nya ngga punya tempat yang dituju untuk pulang..
tidak harus merasakan ngga enaknya menunggui ibu yang sudah sepuh patah tulang dan ngga bisa ngapa-ngapain selain mengaduh sambil merasakan pedih-nya kenyataan bahwa ayah hanya yang bisa ditemukan daribahu keatas baru saja dikebumikan tadi paginya..
dan mudah-mudahan membuat orang - orang yang punya rekening bank dengan digit diatas 5 sekalipun tergerak
dan ngga menunda-munda lagi keinginan untuk membantu..
mereka butuh sekarang..bukan besok…
One Response to “HARI DARAH”
Leave a Reply
jeng,kmrn aku dr bantul.. uh ud berniat tidak menangis,tp tetep saja ga bs nahan tetesan air di pelupuk mata:( selimut mpe dipake rebutan bhkan sampe brantem!pdhl ya,di kamarku ga kajen yg namanya selimut.. mojok di pojokan kamar,hu3.. di blogku ada bebrapa poto kmrn.. bnrn bkin ga pgn hambur2 duit:((