proud, jealous and contaminated…BUAYA JANTAN

July 30th, 2006

malam ini saya baru aja balik dari ngobrol-ngobrol bareng ama dua orang hebat yang ada di hidup saya, keduanya lebih tua dan dewasa pastinya..biarpun yang satu kadang kelakuannya suka bikin saya lupa kalau dia jauhh lebih tua dari saya. Ahh Alicia Keys aja selalu kekeuh bilang Age Ain’t Nothing But a Number ;)

but as i am holding in my bare hands, a black book with alphabets printed in its cover, as true as it wove words

Novel    fajar nugroho     BUAYA JANTAN

how a dream could come true with hard work, sweat, and a lil bit extreme narcism,,how real the word "impossible" can be possible,,i realized how small i am,,and i realize it has nothing to do with age!

coba tanya dehh kelakuan saya yang ngga banget, ama temen saya yang kemarin malam nganterin saya dari CoffeBreak menuju Cheers hanya untuk mengambil novel yang dijanjikan sedari tahun 2005 kemarin, yang setiap kali hari sabtu digembar-gemborkan istilahnya oleh siempu-nya novel ini. Kok kaya’ saya yang barusan nerbitin buku yahh? :)

Ya, kemarin pagi sih saya cuma dikagetkan  sms "kagak ngucapin ultah ke gw lu?"  setelah semalaman begadang demi masa depan kelulusan (dipaksa-paksain sambil demam tuhh) saya lupa, itu tanggal 29. Ada orang yang harus bertambah tua hari itu. Bukan lupa, tapi kondisi badan yang bikin lupa lebih tepatnya ;) Dan sore-nya bulletin board saya udah penuhh satu halaman "buaya jantan has released"..ahh akhirnya ya Ya’..

Bagaimana ya rasa-nya menandatangani sesuatu yang ditulis dengan segenap rasa dan kemampuan berpuluh-puluh pagi, ketidak nyamanan akan ketidak yakinan, berbolak balik penerbit A-B-C,Jakarta-Jogja, Surabaya-Jogja didepan temen sendiri? Kalau saya ( dan Dimas pasti-nyaa ya Mas he3) yang dihadapannya aja ketawa-ketawa ngga’ jelas karena perasaan yang bercampur-campur..antara bangga, iri (banged), dan terbakar :)

dimeja yang kita kelilingi itu tergeletak buku hitam bentuk akhir dari draft yang ngga’ sempet saya baca sebelum naik cetak. Penasaran?pasti lahh…

Proud? hmmm..well infact i am. Sounds soo cheezy, tapi saya bangga karena dia adalah salah satu generasi muda seperti saya yang mendapatkan kesempatan membuahkan sesuatu yang sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan segelintir. Dan biarpun menerbitkan novel belakangan ini katanya gampang, merangkai kalimat sebanyak 314 halaman, membentuk potongan-potongan cerita menjadi suatu yang mengalir itu butuh sesuatu yang lebih dari sekedar kesabaran. At least buat saya…

Jealous? pasti. Mungkin karena seperti sebagian besar generasi muda yang ingin mengkontribusikan sesuatu untuk hidup-nya, yang selalu punya banyak kemauan,cita-cita, mimpi.Akhirnya dia bisa mewujudkan satu lagi mimpi kepunyaannya. Bukan tanpa kerja keras dan airmata tapi juga keberanian. Yeps, it takes guts that i don’t even have.

Contaminated? hummss..yang ini harus kamu lakukan sendiri. Baca, dan temukan sesuatu yang bisa kamu jadikan pelajaran (karena setiap buku yang dibaca harus bisa membuat kita mengerti sesuatu katanya?) atau mungkin menemukan kesamaan dengan jalan hidup sendiri? Saya beruntung karena ngga’ harus bersusah payah mencari-nya. And it’s a honour to be one in a few who has the chance to be the first :)

Kalau termasuk pembaca setia blog-nya Fajar yang setiap postingan-nya selalu ada versi Bulletin board-nya, yahh pasti menemukannya "gaya"nya juga di buku ini. Hanya saja lebih ringan, dan menghibur. Dan alhamdulillah-nya engga menyinggung-nyinggung tentang bola atau pun piala dunia (heheheh sukur-sukur). Tepat seperti yang digambarkan di kalimat pengantar-nya, buku tentang cinta ini "film" bangeeet plot-nya, dengan sedikit bumbu tentang ilmu hukum, sedikit tentang jogja dan kebudayaan disekitar-nya. Mengalir, biarpun harus berhati-hati dengan plot yang engga selalu maju.

Let’s just say it really makes me don’t wanna put it down until i finished the last words of the story. Karena rasa penasaran kenapa siiih cowo’ itu sukaa banget "pindah-pindah hati", dan karena gaya penceritaan yang engga umum. Tapi biarpun judul-nya BUAYA JANTAN ngga lantas cuma keharusan buat cewek-cewek untuk cari tau apa dan siapa sihh yang buaya, sepertinya buku ini juga harus dibaca cowok-cowok deh. Habis ada satu bagian yang menurut saya menjelaskan apa yang ada dibenak wanita yang seringkali menjadi ketakutan-nya cowok-cowok. Yang terkadang justru menimbulkan keruwetan yang ngga’ perlu dalam cinta ( hehehe kata-katanya )…

Dan harusnya engga melahirkan banyak "buaya-buaya" di dunia ;)

Setiap lagu cinta ada penciptanya.

Semua film romantis yang membuai ada kreatornya.

Bahkan bunga mawar yang keharumannya tercium setiap malam minggu ada penjualnya.

Bagaimana bila ketakutan kecil dimasa lalu,

jiwa pengecut untuk menyatakan cinta,

menjadi awal dari kehancuran dimasa depan?

Bagaimana bila sesuatu yang terjadi dan dipercaya sebagai takdir, ternyata diatur dengan sempurna atas nama kebencian?..

(diambil dari Buaya Jantan)




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind