the moment of truth
aren’t we all too affraid to hear and face the truth?
that sometimes we tends to close our eyes, and ears
and try not to hear and feel the crystal clear
iya, terkadang sebenernya kita sudah sadar bahwa di satu tatapan mata, di satu untaian kalimat, becandaan, selalu ada kejujuran yang engga selalu terkatakan tapi lebih jujur dari setiap kalimat yang bisa diucapkan..entah dari pancaran mata, aksi-reaksi, dan semua kesamaan hati…
cuma, terkadang kita terlalu takut aja buat menghadapi kejujuran-nya
entah karena sangat sadar dengan resiko-nya, dan tidak menghadapi-nya sama dengan tidak perlu merasakan sakitnya? atau at least menunda kesakitannya?…atau sakit tidak pernah ada dalam pilihan?
hmmm…
tapi gimana dong kalau kebenaran itu engga bisa ditunda-tunda?
apalagi kalo kebenaran yang menyangkut hati
lebih baik menunggu sampai kebenarannya menghampiri disaat yang terlambat
atau mendatangi-nya dengan keberanian dan mencoba mencari kata selesai?
seperti…
kotaknya ada didepan mata,
hanya saja tidak ada tangan yang terulur membuka-nya
dan ketika ada yang memutuskan buat mundur dan berlalu
akan datang sadar yang menyentak ya?
i’ve dreamed a dream, and now it’s taken from me
Morpheus~The Matrix Reloaded
MD8 - dreaming
from the heart |3 Responses to “the moment of truth”
Leave a Reply
hehe..ku dah sering tau kalo kamu sering nulis blog Dat,..tapi baru kali ini ku coba buka-buka apa sih yang kamu tulis…
weist..ternyata keren-keren yha=) yah meskipun ku baru baca dua blog-mu sih… inipun baru tau kalo blog tuh juga ada kotak commentnya…=(
n pasti dah banyak yang bilang tulisanmu keren… tapi telat ga’ pa-pa kan…sekedar pengen komen ajah…
Ok…lanjut Buk =)
ha3..
ah terimakasih mas Imam
*tersipu sipu MODE ON*
mateeeee,,,
gila ni anak,,,
rupanya explorasi diri terusss
yaaaaaaa,,
ya weees lah,,
yang sabar ya nenggg,,
yang namanya idup,,,,
yaaa kudu kaya gini kaleee,,
keep fight ya,,,
thanks 4 everything ya,,
nta nta nta nta,,,