tellin’ the truth. . .

September 23rd, 2006

mengatakan kejujuran tidak pernah akan menjadi mudah yahh..
at least tidak semudah mengatakan kebohongan sekecil apapun itu..

bukan karena ini hari pertama puasa, dan bukan karena kewajiban untuk berbicara jujur-nya. Tapi mungkin momen-nya aja yang pas, saya jadi merasakan kembali sulitnya untuk berkata jujur..lebih tepatnya adalah perasaan setelah mengatakan kejujuran-nya. . .
damn feel soo guilty of hurtin’ someone else!
( at least that’s what i felt after i hung up the phone )

"aduh kenapa sih mengeluarkan kebohongan itu bisa lebih indah dan lancar?"
dan mengatakan setitik kejujuran seringkali tertahan dengan keinginan "tidak ingin menyakiti"
yang saya sadar seringkali itu lebih lebih menyakitkan..

but tellin’ the truth never gonna be an easy work ( for me )
bagaimanapun saya mempersiapkan diri di setiap kata-katanya, berhati hati gimana cara-nya menyampaikan kejujuran-nya biar engga disalah artikan, tapi tetap me-nggaris bawahi apa yang ingin saya sampaikan…

and the worst part is always comes to me at the end..hahahahaha..
yeaps the feeling of guilty! like a hammer knocked me hardly on the head…Bang!!
no, it doesn’t help tryin’ to realize ( as a justification of what i’ve said ) that this is for the bes
t

dan biasa-nya butuh beberapa saat buat pulih dari rasa bersalahnya :p

on the other hand, menunggu suatu kejujuran itu bukan hal yang mudah juga…
seperti menunggu hukuman mati yang masih ditimbang-timbang, pake gas ato ditembak aja?he3..ya, waiting for the death parole :p

temen saya sih bilang yang harus dinikmati itu adalah proses menemukan kejujurannya..
perasaan yang timbul ketika menunggu kejujurannya terlontarkan..
karena kalau jawabannya sudah nyata-nyata ada, ngga akan ada lagi yang ditunggu…

well the real fear is facing the truth i guess..
the ugliest truth of all possibilities you can have..
even when it’s predictable..

menghadapi kejujurannya dengan straight face, relax dan tanpa emosi yang berlebihan
menerima kejujuran dengan lapang dada mungkin bahasa kerennya..
say masih belajar di kedua-nya..




7 Responses to “tellin’ the truth. . .”

  1.   ekomarssetiawan on September 26, 2006 10:17 am

    tp kl udh jujur jd lebih plong kan?lebih baik gt..drpd kejujuran d pendam d hati :)

  2.   donny on September 26, 2006 12:40 pm

    not everybody can tell the truth,
    You should proud of yourself coz you were telling the truth…

  3.   datie on September 26, 2006 2:01 pm

    hwaaaaa…

    tapi sakiiiiiittt… ;( ;(

    hehehehehhh

  4.   ekomarssetiawan on September 26, 2006 9:10 pm

    lebih sakit bagi orang yg d boongin…
    mumpung puasa dat,jujur pahalanya banyak :p

  5.   Donny Eko on September 27, 2006 6:23 am

    hmm..ada yg namanya sama ama gwa tnyt..

  6.   Donny Eko on September 27, 2006 6:24 am

    oooo.. g jg.. tnyt nama yg muncul teuteup beda.. =D

  7.   -ShantyDwuaaa- on September 29, 2006 5:48 pm

    ihhhh.. mas donny ga penting de… tapi mas donny tu namanya yg muncul adalah gabungan dari yg ngasi komen 1 ama komen 2.. sudala.. nasib nama pasaran tu ya emang gt… heheee…

    btw, maaf ya mbak nebeng ngrumpi…;p

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind