the unforgottable . . .
mencintai seseorang kata teman saya it would take years..
maksudnya, menurut teori dia untuk mencintai seseorang..
membutuhkan waktu bertahun-tahun atau at least butuh waktu yang tidak sebentar..
perasaan menyayangi seseorang mungkin saja muncul dalam waktu singkat,
but to finally say that you love somebody, it would take days, years, or assurements of heart
itu menurut salah satu temen saya yang berteori menyayangi terlebih dahulu, menjalani perasaannya untuk kemudian bergantung pada proses mengenal pribadi-nya hingga kemudian teryakinkan bahwa yg dia rasakan itu lambat laun menjadi cinta…
easy come easy go? hmmm..ngga saya ngga percaya sesuatu yang begitu cepat datang nya akan menjadi secepat pergi-nya..
waktu adalah ukuran manusia yang sangat sangat relatif, dan cinta yang sudah abstrak, absurd, dan relatif akan kemudian terasa relativitas-nya jika dipertemukan dengan yang nama-nya waktu..
karena seringkali hati-lah yang menentukan sebentar atau lama-nya perasaannya tinggal, dalam atau tidak-nya perasaan…
there’s a bunch of people who lucky enough..
memiliki hak mendiami sebuah hati lebih lama bahkan seringkali hingga batas waktu tinggal-nya kadaluarsa setelah bertahun-tahun lama-nya
yeps,,you’re the one…ini lagi ngomongin cinta pertama, yang menurut saya bukanlah pertama kali-nya jatuh cinta, tapi pertama kali nya merasakan keikhlasan teramat besar-nya ketika mencintai orang ini..mencintai tanpa logika…
the unforgettable person..
but there’s a person who’s not lucky enough to be the subtitutor..
ada yg berhak memiliki paling lama secara fisik, status, atau kuantitas waktu-nya.. seseorang yang datang dengan pemahaman paling tinggi, kesabaran tidak berbatas, dan kebaikan hati untuk berusaha lebih lama daripada golongan pertama..namun sering kali terabaikan di hati..they’re the subtitutor…
orang yang seringkali ada untuk mengobati, menemani, memberi perngertian yang lebih lagi kepada seseorang yang baru saja kehilangan -the unforgettable person-nya..with any reason..
istilah sekarang-nya mungkin pelarian? hmmm..without less respect..
i prefer to call them the substitutor..yang seringkali bernilai lebih dari si unforgotable person sendiri,,hanya saja mungkin kurang beruntung aja datang terlambat, atau tidak terdeteksi sebagai seseorang yang menyayangi menggunakan semua hati-nya hingga tak tersisa, dan kesempatan untuk dicintai sepenuh orang-orang yang berkedudukan sebagai the unforgettable person
yang menurut saya sih,,the substitutor, seiring waktu mungkin malah memiliki kans untuk menjadi penghuni terakhir hati..walaupun jalannya ngga akan menjadi mudah, dan akan butuh kesabaran, keyakinan dan kemauan untuk memiliki lebih dari yang lainnya..
ohh iya,,karena seringkali orang-orang substitutor tulen ini mencintai dengan keihlasan, menyayangi dengan ketidak inginan untuk memiliki secara status..
mereka sadar bahwa ada tempat yang keren dan unreachable di satu pemilik hati..dan kesadaran bahwa lambat laun sesuatu yang tadinya datang untuk substitusi pun akan punya kans menjadi barang primer yang mungkin tidak tergantikan
hanya saja penantian dan pengharapannya terkadang tidak sebanding dengan kesakitan, keinginan untuk dimiliki dan memiliki yang lambat laun akan tumbuh dengan sendiri-nya…and the probability of being invisible for quite long…
hmmm,,jadi substitutor itu engga enak..
karena seringkali menjadi substitutor datang karena keadaan hati, bukan keinginan..sesuatu yang datang dan tumbuh begitu saja..
to you, substitutors..bersabar mungkin adalah keywords-nya
and for the unforgettable…hmmm ati-ati aja kalau blm mau kehilangan sesuatu yang nantinya mungkin disesali..stay, or leave..just make a decision..
magelang, 5.23 AM
setelah sahur terakhir..
corrine bailey rae - just like a star
ps; ada spelling yg g bener g nihh?mmm blm sempet nge-cek istlah barang subtitusi itu bahasa inggris-nya bener gini g yhaa
love and things in between |4 Responses to “the unforgottable . . .”
Leave a Reply
AHA! akhirnya ada juga diantara 3 post baru lo yang gwe sukain.. Post lo yang 2 sebelumnya agak2 ga asik.. *but gwe komentarin juga anyway, hihihi..*
Um, iyah, anda benar sekali, bu! Kemungkinan besar kita akan menjadi dua golongan tersebut, walau kebanyakan akan menjadi substitutors.=)
But, jadi substitutors itu masih lebih mending lho, daripada cuma jadi ‘pelabuhan’, who wont leave any footprints in their heart. Lagian, kans substitutors itu gede kok untuk jadi pengganti the unforgettable, even to surpass them. [about rasa sayang/cinta, i mean]
By the time the broken heart-er *hihi,ini english ngarang* menyadari klo dia ga bisa kembali ke- / memiliki si ‘the unforgettable’, realizes that s/he’s not that into him/her, well, pada saat itu hati mereka udah terbuka lagi untuk yang lain, then the substitutor will gain what s/he deserves. =) Yaah, bener kata lo, asal mau sabar ajah.
Udah ah, gwe comment panjang2 mulu nih.. Btw, kenapa juga gwe jadi ngomentarin blog lo mulu, jadi addicted gini, huhuhu.. Lo nulis pake ganja ya, Dat? ;p
Anyway, its ’substitutor’, darling,, not ’subtitutor’, as in Indonesian ’substitusi’, not ’subtitusi’,,
*huu, bhs Indo aja salah lo, Dat,ckck*
And last time i checked, the correct English [maksudnya kaya EYD], they dont use ‘unforgottable’ anymore, coz ‘unforgettable’ already means ‘that cannot be easily forgotten’ ^_^ *CMIIW!*
Tapi banyak sih yang masih memakai kata ‘unforgottable’ itu, so its not a big deal. =)
heheheh..menyenangkan punya tukang komen yang begini…heheheh..
btw emang gw memakai unforgettable karena yang gw manksud itu..the unforgettable itu org yg kadang udah jauuh bgd dibelakang tapi masi ada dikepala,,yg udh dibuencii bgd tp yha masih ada,,susah ilang, tp bisa ilang..pusing lo?he3
btw iya gw minta di cek-in soalnya pas posting ini udh jam 2 pagi, dan sumpah mualeess bgd nge-cek2 lagi itu spelling dan istilahnya..hehehe gini nih kebanyakan lebaran jadi males mikir :p
twenks twenks bangeeet!!
heheh..without u my blog wouldn’t be nuthing..hihihihh
btw,,bagus d klo nagihh..biar pd berani komen, g diem aja :p hehehehehh
..
ngomporin orang buat mikir dan protess Nduuyy!!
btw Met Lebaran..Minal Aidzin Wal Faidzin yhaaa…
Looh, dia ga mudeng. Lo tuh memakai ‘unforgOttable’, not ‘unforgEttable’.. Beda ‘O’ sama ‘E’. Di English EYD baru itu udah ga ada lagi ‘unforgottable’ [sebagai bentuk past dari unforgettable], coz ‘unforgettable’ already means ‘that cannot be easily forgotten’.. Gitu lho, jeng!
Btw, ini pada belom pada komen coz belom pada balik dari mudik kalee, hehe..
Btw lagi, coz di post yang ‘Imagine Me and You’ ga ada link untuk post comment ya? Aneeh..
Daan btw untuk kesekian kalinya, did u said : “Minal Aidzin Wal Faidzin yhaaa…” sebagai pengganti or asosiasi dari mohon maaf lahir dan batin kah?
Coz, FYI, *not only for u, but for most of Indonesian peoples, yg gwe yakin banyak yang ga tau arti asli minal aidin wal faidzin dan mengira klo itu artinya mohon maaf lahir dan batin*, arti ‘minal aidin wal faidzin’ sebenarnya adalah : ’semoga kita termasuk golongan [orang2] yang kembali [kepada fitrah], dan juga golongan [orang2] yang meraih kemenangan..’ =)
Speaking of which, gwe tulis tentang itu di blog gwe aah.. Jadi terinspirasi nih gara2 lo, Dat, hehehe.. *ga nyambung*
^_^