menjadi tipikal
ya.
pertanyaan saya yang pertama…
"berapa kali pacaran??"
hmm..skip deh pertanyaan-nya kalau jawabannya antara satu atau dua..
atauuu, kalau relationship tidak pernah menjadi pilihan kamu…
berarti pertanyaannya..
"berapa kali deket ama lawan jenis??"
pasti kemudian pertanyaannya…"seberapa deket nih yang masuk di-itungan?"
"well, close enough to make you noticed one or two little private detail of him/her"
udah? dikumpulin?
oke….ada yang mirip ngga sih dari kumpulan orang ini? dari segi fisik nih..
entah panjang rambut yang tidak pernah lebih pendek dari bahu…
badan kecil..petite..dan pipi yang rata-rata sam chubby-nya…
atau rahang kokoh dan tatapan mata yang tajam…
jari jemari yang panjang dan gaya dandanan yang cuek tapi asik itu..?
hmm..engga? ga ada ya yang mirip satu sama lain?
oh ya? hmmm…gimana kaloo di -cek lagi dari sekian orang itu..
slalu menemukan satu kemandirian mengagumkan dimata sampe saat ini?
atau kemanjaan khas wanita..tetapi dalam takaran pas dan tidak berlebih…
atau sifat -cowok bangett- yang lebih dari pria-pria kebanyakan??
atau sense humor berlebih yang selalu berlarian disekitar kamu dan dia?
dilain sisi
…sedikit gede rasa, sedikit menghibur…..
ada ngga seseorang dari masa lalu (ataukahh juga akan menjadi masa depan kembali?) berkata dengan tulus…
…."i saw YOU in HER….
kemudian pertanyaan susulan sebagai jawaban…..
"in what way??"
…i saw YOU with your look…saying..
"this time, i dont need your help, but i’ll ask ..right in the minute i need it"
sadar tidak sadar, fisik ataupun tidak,,saya punya tipikal orang yang nantinya cenderung menjadi dekat dan cocok..entah tampak, ataupun ada di detil kesehariannya…
ya, mungkin sama seperti kesukaan kita terhadap warna, ketika satu kali beli baju warna ungu and it looks good on you…next thing, everytime you go on shop..you’ll ask for the purple one..with an asumption it’ll fit you just like the first one…
satu benchmark yang kemudian menyamakan pola-nya tanpa sadar..
kemarin, saya sadar,,,mungkin disekumpulan orang milik saya..
sayalah benchmark awalnya…
One Response to “menjadi tipikal”
Leave a Reply
*udahan ah komen ga penting+ga mutunya*
Balik lagi jadi “Si-Hamdiy-Pemberi-Komen-Yang-Keren-Sehingga-Membuat-Orang-Terkagum-Kagum-Akan-Dirinya” wakakakak..
Um, I dont have a typical,, nor a benchmark for a woman. But I do have some,, um,, what’s this thing called ya?
Yeaah, whatever it is, here goes :
You are blessed if you have someone..
Someone who speaks the truth when others tell you only what you want to hear..
Someone who thinks you’re great but doesn’t always think you’re right..
Someone who respects your need to be alone yet understands that you fear being lonely..
Someone who’s willing to share your highest hopes, your biggest dreams, or the smallest corner of your world..
Someone who waits when you run ahead or lag behind..
Someone who stands with an outstretched hand each time you fall..
Someone who will never turn from you, run out on you, and give up on you..
***sigh***