the final is not final
ga tau ya ini karena pengaruh dari radang tenggorokan yang rajin mampir, dan sekarang lagi mampir jadi bikin badan meriang, tapi sekarang saya sedang terasa sakit disetiap jalinan daging-nya…
ya sakitnya sekarang menjalar ke badan, selama 2 jam pertama sejak semua sudah dibicarakan lagi dengan baik-baik. aneh yah ketika momen-nya datang saya justru sangat tenang dan menjadi diri saya sendiri, mengatakan yang seperlu-nya saja, dan..sudah..that’s it..
sakitnya ngga’ terasa,,mungkin tertutupi meriang dan sakit kepala yang nyut-nyut-an, yang bikin angin sepoi-sepoi aja berasa duingin hahaha…
ehh..saya sedang ngomongin apa sih?
ngomongin masalah hidup yang datang silih berganti..the case is, satu masalah kecil di hidup saya sudah erselesaikan..untuk saat ini, ya…sama seperti minggu-minggu UAS, atau midtest yang di akhir minggu-nya bikin kita tidak sekedar cape, tapi juga kelelahan…
saya juga, baru saja melepaskan satu beban di pundak kiri saya..legaaa banget..ngga peduli hasil akhirnya sedikit memerihkan (and it’s damn hurt..still) ..tapi at least buat saya semua sudah di-putih-kan..sudah saya lepaskan semua..(lagi-lagi) tinggal kelelahan hati yang tersisa..
kenapa ga peduli ama hasil akhirnya? hmmm saya percaya jawaba akhir itu milik-Nya..DIa yang tahu akhir saya seperti apa..buat saya, ini sih seperti awal baru dari cerita baru…dan bukan akhir dari cerita saya dan dia..we just begin another phase..there’s no final answer, till death come upon us..
i mean, i have my own way..he’ll have his..then we’ll leave the rest to the future..if faith give it’s bless we shall met again…i believe..
so my dear friend, apapun fase hidup yang ada didepan, bukan bentuk akhir dan final, masih terbentang seratus ribu kemungkinan indah menanti didepan sana..
if you love me, then you will see love will keep us together
it's about life dear |Leave a Reply