February 14th, 2007

diluar tidak hujan Bram…


justru panas nya terik bergelung di jalanan yang terlihat jelas dari sudut ini..bahkan panas-nya membuat aku tertahan untuk beranjak dari sudut dipinggir kaca ini…diteman segelas teh lemon yang takaran lemon-nya aku yakin cukup untuk membuatmu
berkicau soal asam lambung dan kesehatan..satu hal dari kamu Bram, yang seringkali membuatku mengingatmu dalam detil keseharian sekarang ini..yang terkadang bisa membuatku tersenyum kecil tanpa sebab..hidupku akan kenangan tentangmu..

dan aku enggan beranjak dari tempat ini Bram..
seperti mengingatkan aku akan satu tempat dimana kita biasa melewatkan separuh hari
gelap..di dekat kaca hujan yang tidak henti-hentinya mengalir dan membuat kita sering membayangkan sedang menghabiskan waktu menunggu hujannya berhenti dan menghabiskan tawa yang tidak pernah habis..

atau sudut lainnya dimana satu sofa kayu kesukaan kita (karna seperti satu sudut rumah yang ada di rencana kita) membuat betah dalam diam tanpa terlalu banyak cerita…dan kamu disebelahku mengusik-usik helaian rambut yang jatuh, menikmati helaian perasaanmu padaku..dan aku membuka-buka lembaran majalah lama yang aku tahu sudah berulang kali aku buka, menutupi debaran jantung yang kunikmati disetiap desahan nafas dan luncuran kalimat yang aku dengar dari-mu…cerita tentang inginmu pada "kita"…cerita yang perlahan menjadi inginku..

ceritamu tentang harimu, tentang kerinduanmu pada keluarga yang tidak bisa kau temui dalam pasti setahun sekali, tentang sendiri dan ketertutupanmu pada dunia, tentang betapa kamu tidak bisa  berbagi dengan siapapun selain dirimu dan kemudian aku..kesendirian yang membalurku dengan nyaman..kesendirianmu yang akhirnya justru membuatku memutuskan menerimamu Bram…

ya, kau mengerti betapa aku pun terkadang merasakan sepi yang sama di gegap gempita-nya hidupku, sepi yang tak pernah gagal tertangkap dalam mataku (katamu)..dan kau yang selalu berusaha menghiburku dengan caramu hanya untuk membuatku tak lebih tenggelam dalam tembok yang tak terlihat..ahhh Bram..kemana ya saat saat itu?

ya…diluar…tidak hujan Bram

justru membuatku teringat akan dirimu dan pengertianmu yang membuat aku terdampar di

kota ini, dimana semua orang mau tak mau makin menghitung dan menghitung seberapa besar nilai satu kesempatan untuk satu bentuk kenyamanan yang aku tahu takan pernah ada batas habis-nya..kota yang kamu benci..

segala kerelaanmu Bram yang ingin aku mendapatkan apa yang aku inginkan walaupun itu berarti mempertaruhkan rasa mu..rasa yang makin lama makin tak kita rasakan,rasa yang makin lama makin aku pertanyakan, terkalahkan oleh tinggi-nya bangunan bangunan gagah..rasa yang terbirukan oleh inginku membuktikan bahwa aku ada ..di kota ini..

dan rasa itu mulai kupertanyakan lagi..rasa yang sedari awal sudah kau kukuhkan untukku, sesuatu yang engkau yakini sedari awal bahwa kan selalu ada untukku, seperti semua bukti yang tertanam berhari, bertahun, terkaburkan oleh ragu ku..dan kemudian..kamu

diluar…tidak hujan Bram…

bahkan aku bisa melihat fatamorgana-nya meliuk liuk, berlarian..
seperti kenanganku yang masih berlarian. yang masih aku coba nikmati sebisa ku Bram,

bercampur dengan ketakutanku teramat sangat akan kehilangan dirimu, ketakutanku ketika aku memberikan semua yang tersisa ini untukmu, aku akan kembali kehilangan nantinya dengan cara yang paling tidak aku inginkan..dan saat itu tak akan ada yang tertinggal untuk aku perjuangkan..

berharap kamu yang mengenalku bertahun mengerti bahwa aku sedang bergelut dengan semua ketidak pastian dan terkadang aku lupa kalau kamu pun berperang dengan masa lalumu sendiri. dan inginmu hanya menyatukan kepahitan yang pernah ada untuk kemudian dihadapi bersama..karna sendiri, terkadang terlalu mengiris…

diluar..tidak hujan Bram..

dan aku masih diantara ego ku atau inginku bersama kamu Bram…
memutuskan untuk pulang bertemu kamu, ataukah bertahan disini dengan apapun yang

tersisa dari kamu..menikmati-nya dengan sebungkus rokok yang kau tahu hangat-nya hanya bertahan beberapa jam lagi…

diluar..tidak hujan Bram..
dan aku masih dalam ragu ku…
berharap kamu masih bertahan disana
menungguku..




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind