along comes the chance

February 7th, 2007

saya percaya memberikan kesempatan kedua itu tidak pernah gampang..

ya….saya baru tersadarkan bahwa kata -maaf- itu mahal..
bukan karena satu kesalahan itu mematikan, atau tak termaafkan..
tapi, karena kata maaf..sangat tergantung kelapangan dada sang pemberi maaf..
mercy, in the hands of the beholds…


mengucapkan kata "ya" ketika seseorang meminta maaf akan sesuatu yang disesali-nya, mungkin akan menjadi sangat gampang mengingat kata -ya-  itu hanya terdiri dari satu suku kata yang pelafalannya pun tidak membutuhkan keahlian….


tetapi kemudian dengan tulus melupakan satu kesalahan masa lalu yang terpatri di hati dan melukakan itu susahh..kembali lagi pada kelapangan dada untuk benar-benar melupakan hingga tahap tidak menyinggung-nyinggung lagi kesalahan itu di masa datang, ataupun menggunakannya sebagai senjata untuk menyakiti si tertuduh pembuat kesalahannya…


ya, lebih tepatnya ketika memaafkan itu sebenarnya memberi kesempatan bagi kita si pemberi maaf untuk sekali lagi memberikan kepercayaan yang sama takarannya seperti sebelumnya, memaafkan dengan syarat ketika mengucapkannya berarti sudah menjadi konsekuensi yang mengikuti bahwa kita memberikan standar rasa dan kepercayaan yang sama seperti sebelum tinta-nya mengotori kertas putih-nya…


seringkali, kita hanya memberkan maafnya tanpa menyadari konsekuensi yang mengikuti-nya…
hingga harga ketulusan pemberian maaf-nya berkurang dan menjadikan kesempatan kedua-nya tak sempurna…mengurangi makna yang seharusnya ada, dan keindahan hubungan yang sudah dan akan terjalin di depan




ya….menjalani kesempatan kedua dengan sebaik-baiknya adalah kewajiban tak tertulis si pelaku kesalahan..
tetapi…sadar ngga’ sih kita ketika disaat yang sama sebenarnya kita pun harus menyiapkan diri untuk memberikan diri sendiri kesempatan sekali lagi untuk benar-benar meletakkan rasa percaya yang sama untuk memulai lembaran baru seiringan dengan kata "ya..saya maafkan" itu terucap?


sepertinya ada hati yang harus benar-benar disiapkan..bahwa kata "memaafkan" punya konsekuensi untuk orang yang mengucapkannya sekalipun…

…it’s always take two to tango…

Instead of holding you
I was holding out
I shoulda let you in
But I let you down
You were the first to give
I was the first to ask
Now I’m in second place
To get a second chance

faber drive-second chance




3 Responses to “along comes the chance”

  1.   'HaMdiY' on February 8, 2007 2:36 am

    Yeaah,, it’s hard to say “I forgive you” and really mean it.

    Hump,, well, tips gwe buat memaafkan orang adalah :
    “Jika kita ingin memaafkan seseorang, maka ingatlah kebaikannya kepada kita..”

    Yeah, though its easier said than done, but it’ll help you kok.. coba ajah.. :)

  2.   datie on February 8, 2007 3:57 pm

    hohoh…ini bukan gw, tapi sahabat gw yang sedang bermasalah dengan pemberian maaf..

    kadang, buat orang yang tadinya sempat kita “gilai dan cintai” justru maaf-nya susaah banged..

    ya, emang susah sih,
    tapi memaafkan itu jauhh lebih indah lho ;)

  3.   'HaMdiY' on February 11, 2007 3:07 am

    Yee, gwe juga ga ngomong ke lo kok, Dat.. buat orang2 yang baca comment dari gwe ini, wee.. ge-er aja lo.. *jelas2 ini blog lo dan gwe harusnya comment buat lo, wakakak*

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind