takut
berita taufik savalas yang meninggal itu datang ke handphone saya tepat jam 5 pagi, dari PD saya yang mengingatkan jangan lupa mengucapkan turut berbelasungkawa..
selintas, yg saya pikir hanya "oh well, it must be his best time to go"
kemudian berhari-hari kemudian (tepatnya hari ini) saya teringat lagi begitu saja kejadian perginya om taufik, gara-gara chattingan saya sama seorang sahabat. membicarakan kondisi seorang sahabat yang lain yang saat ini sedang sakit..
dan kemudian saya ingat kembali ke beberapa tahun dibelakang saya, masih tajam di kepala saya bagaimana saat itu saya sangat ingin pulang pada-Nya. bukan karna saya sudah sangat siap, ataupun karna yakin bahwa dosa saya sudah cukup sebanding dengan ampunan yang saya minta..
simply because i felt that there’s so much possibility i will do the same mistakes, or even worse one…till the end i don’t have a way to go back to Allah..
dan hari ini, saya mendapati satu postingan blog teman saya, yang mengutip…
Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati" ( Surah Ali-Imran :185).
sekarang, saya kembali takut mati..takut kembali tidak dalam keadaan yang terbaik. . . .
from the heart |One Response to “takut”
Leave a Reply
Ta elah, Dat.. Mati mah jangan ditakutin, coz itu kan udah pasti, suatu saat nanti kita bakalan mati..
Coz nowhere in your birth certificate did it say life would be fair..
It is life you should fear, actually..
Well, becoz of the uncertainty, we do have to fear life, I think, hehe.. Agree?
Contoh lain, klo lo mau mati mah gampang, tinggal bunuh diri.. Susahan bertahan hidup kan? hohoho..
*gwe ngomong apaan sih? gajebo deh*