biarkan saja begitu
membuat hidupku menjadi bermakna, membuat setiap detik kita ber-arti..
menikmati senyum di setiap tarikan bibir yang selalu bercerita menjelang petang..
membiarkan rasa ku berlarian tanpa kubatasi..
dan membiarkan kesederhanaanku terlihat tanpa samar..
sesederhana hadirmu dan ada-mu
biarkan saja begitu
from the heart | Comment (1)mencintai hati
IDUL FITRI, adalah satu dari sekian banyak momen yang tepat untuk membersihkan diri. seperti mandi yang kita lakukan setiap harinya, entah satu atau dua kali. walaupun, sebenarnya sih untuk benar-benar membersihkan benak, mencari celah ketidak sempurnaan di belakang pundak, tidaklah butuh momen dengan papan besar terbentang..
memilih waktu yang ada disetiap saat hidup yang masih dihirup, sepersekian waktu di saat sekarang pun sebenarnya bukan hal yang sulit..mungkin,kita yang terkadang mempersulitnya, atau memilih tidak mau tahu?hmmm…namanya juga manusia
seperti seorang teman berkata bahwa setiap diri akan selalu membutuhkan waktu untuk sendiri. pernahkah mencoba satu cara bersih-bersih bermain dengan benak tanpa seseorangpun membantu menjernihkan jalannya, diam dan hanya diam. berusaha menahan semua rasa hanya dengan diri sendiri. mendekatkan diri dengan hati.
mmm mungkin mirip seperti ketika sedang pedekate dengan satu orang yang menarik hati, dan mulai menyamarkan pandangan untuk lawan jenis yang lain ( atau ketika ketika hati sudah berhenti berdetak satu-dua detik pada satu orang, secara otomatis semua yang lain akan terlihat samar ya? karna fokusnya kemudian berhenti di satu orang ?) well anyway, ya mirip seperti itu sih prosesnya menurut saya.
pedekate ama hati sendiri..mencoba untuk berhenti bicara dengan suara, dan menggantikannya dengan obrolan dengan hati sendiri. enak ngga enaknya sih tergantung yang menjalani. toh kata ibu saya (lagi-lagi) apapun yang terjadi, baik-buruk, enak-tidak enak akan seketika menjadi menyenangkan kalau diniatkan
satu cara yang efektif menurut saya untuk akhirnya kembali mencintai diri sendiri..
ya, karna terkadang semua hal yang kita lakukan, upayakan, dan harapkan untuk jangka waktu yang tidak sebentar dan memberikan hasil yang tidak seperti bayangan membuat kita cenderung tidak mencintai diri sendiri. and instead of love, we begin to hate ourself, and those things we ever did unperfectly. and i’m affraid it could ended us in a life with a big hole in certain time..
dan mencintai hati sendiri buat saya adalah penting. bukan dengan maksud menjadi narsis, nope. tapi menjadi pemaaf bahkan untuk diri sendiri. karna dia lah satu satunya yang pasti akan menemani kita hingga jatah waktu habis. karna dia satu-satu nya yang jodohnya sudah pasti (kecuali dalam waktu dekat elo bakal menjalani operasi cangkok hati, that’s another case). dan berdamai dengan hati bisa jadi jalan yang baik sebelum memutuskan untuk membukanya kembali..at least menurut saya, bijak untuk diri sendiri. dibandingkan harus kembali mengingat dan mengingat lagi semua yang seharusnya diletakkan di belakang an seharusnya menjadi tidak lebih dari masa lalu, disaat langkah sudah jauh….
mencintai hati, buat saya seperti benteng kuat untuk bertahan ketika satu saat berada dalam keadaan dimana semua keyakinan tiba-tiba seperti bertabrakan. semua fakta dan perasaan tidak bisa bertemu, semua suara jernih pun tak bisa terdengar..
pedekate dengan hati juga engga susah, cukup dengan curhat, cerita ama diri sendiri, mengeluarkan satu pertanyaan, kemudian diam..diam, seperti DIA Yang Diatas dalam diam pun mendengarkan..dan mungkin perlahan menjawab seperti saya yakin DIA tidak hanya akan diam dan berlalu..karna setiap hati pun milikNya..
hati yang dicintai pemiliknya, mungkin saja tidak akan memberi jawaban. tetapi mungkin saja ia tetap disana menemani disetiap saat kau merasakan kesakitan dan kesendirian menyesap..dan mengerti..
…mencintai hati, akan melegakan ketika dalamnya hati yang lain tak bisa diukur bahkan dengan rasa…
ps, maaf kalau bahasanya terburai dan tidak dimengerti hahah
teruntuk, citra febriani
love and things in between | Comments (2)