another friction of our life

December 19th, 2007

sebal, itu pasti hal prtama yang dirasakan ketika seseorang yang begitu dekat dengan kita menceritakan ulang cerita tentang diri pribadi dalam versi yang sama sekali berbeda….and everybody will jugde you in a different way.

to simplify it, imagine there was a time when someone approachin’ you as he/she attract to you madly, as you’re not. and slowly you’re startin’ to think that he/she’s not that bad. as time passed, you start to wonderin’ is he/she’s the one?

ditengah kedekatan itu, sesuatu yang tak bisa dicari alasannya membuat se sosok ini menjauh. dan kamu tidak pernah melakukan hal-hal yang membuat kedekatan kalian menjadi semakin berjarak. pun, tidak ada orang ke tiga yang tiba-tiba lebih menarik datang di kehidupanmu.

in short, you’re not gettin’ anywhere with him/her. as this person apologize and say that there’s no chemistry, or something that could ignite both of you and bla bla bla..and so on..and this person decide to stop these things that growin’ on both of you (but not yet as in a relationship)..just like that..

and you, not tryin’ to find further explanation just except this for the good.

a year later…
bayangin kalau satu hari, kamu mendengarkan cerita ini dengan versi yang bertolak belakang (yang pasti nya dari orang lain ya). daan..yang ditanyakan padamu adalah   

"why you left him/her when she’s/he’s tottaly in love with you?"

what?

"was there someone else when you’re with him/her?"


wait wait…hold a sec…


"you’re just not fair..you broke someone else’s heart "

WHATTTT??????
(in this case…as you can recall, the one who’s been -left- was you..)

ahahahahhahahahha….what you gonna do if you’re on that kind of s**t?

kemungkinan pertama, mencet nomer telfon orang ini (klo masi ada di phonebook) dan kemudian tanpa basa basi ngomong "eh maksud elo apa sih cerita begitu ke orang orang? bosen idup yahh?"…..heheheh

kemungkinan kedua, diemmmm..dan kemudian banting banting barang barang yang ada di deket deket situasi berlangsung….gw sarankan sih barang pecah belah yang harga ganti ruginya max.100ribuan aja, dan jangan banting benda mati seperti meja, kursi, atau hape..berat euy!heheh berat diangkat, dan di ongkos :p

kemungkinan ketiga, membuat kebenaran yang sesungguhnya pada orang orang terdekat dan terpenting (yang kira-kira bisa meneruskan cerita elo ke sekitaar 100orang lainnya heheheh)

ataaau..bodo teing lah..orang yang kenal benar-benar dengan dirimu, pasti tau versi mana yang lebih masuk akal..yours or the other one..

lagian kalau dipikir pikir yang namanya spekulasi (dalam bentuk apapun masalahnya) pasti akan susah untuk ditahan. Seperti perkiraannya orang-orang tentang niat dan tujuan Malaysia tiba-tiba mengaku-aku warisan sejarah yang sebenernya sih emang susah juga ditilik lagi mana yang benar-benar milik masing-masing (ngga di semua kasus yahh). Semua punya hak untuk menyimpulkan sendiri, dan semua kemungkinan ya mungkin saja terfikirkan.

dan masa iya sih menghabiskan hidup hanya untuk meng-klarifikasi semua hal kecil dan (mungkin untuk sebagian orang) remeh. kalau iya, wah akan jadi banyak sekali kejadian yang harus diluruskan. siapa naksir siapa, siapa yang salah dbandingkan siapa, atau siapa mengejar siapa? kalau tidak menjadi masalah hingga hari ini..
ohooo sekalian aja bikin biografi macem pak Harto (dan menurut gw sih untuk kasus dia, emang dia butuh meng karifikasikan banyak hal heheh)

klo buat saya, yang penting hati nurani si"orang yang tak bertanggungjawab ceritanya" itu. karna dia dan saya (kalau saya adalah orang yang ada di posisi itu) lah yang tau pasti tentang kebenaran sejati dari cerita itu.

deep down in his/her heart she/he knows the truth about it.
and makin’ s**t out of it would never change the truth.
and that my friend,i think it is more than enough :)
don’t you?

menjadi dewasa…

December 1st, 2007

malam ini,mmm lebih tepatnya dinihari ini, lelah dengan pekerjaan tambahan akhir minggu (jangan salah, saya sangat sangat sangat menikmatinya) berusaha membuat orang-orang di satu ruangan tertawa dan bahagia..

saya mencari kebahagiaan saya sendiri. dan betapa ajaibnya rasa penat itu terasa sedikit hilang dengan satu sms pendek "Ya, ati ati dijalannya" dan setelah mandi, bertemu dengan segaris wajah gendut yang kelelahan juga dan masih sibuk berkutat dengan komputer dan virus-virusnya ( yang enolak dengan keras untuk saya gigit lengannya walaupun dengan dalih sayang..hahahhh..dasar pelittt ) tapi ngga masalah, selama saya masih boleh mengelus ngelus kepala nyaris botak itu (dan masih menyusun rencana bagaimana bisa tiba tiba menggigit salah satu lengan nganggurnya :p )

saya pun lebih terhibur dengan kedatangan seorang abang yang kaya nya malam ini sedang gila :p lengkap sudah malam minggu ini. menonton orang yang kalapnya memesan macam macam dalam waktu hitungan menit (persis seperti seminggu engga ketemu makanan..whewh)

dan kemudian, ritual dimulai. Membuka multiply dan mencari cari cerita dan mengintip keseharian semua teman. Mengintip beberapa raut wajah di friendster yang sudah lama tak bisa saya temui. Sampai saya jatuh di friendster seorang muda belia, an old friend of mine.

hmmm…kemudian berfikir, melalui foto-foto baru yang di upload nya. betapa semua yang ia pilih sekarang, mulai dari pakaian, gaya, dan semuanya. Keceriaannya masih sama, senyumnya masih selebar sebelumnya, dan mudah mudahan itu pun menunjukkan kebahagiaannya ditengah tengah kehidupannya sekarang.

menjadi dewasa. ya dari sana saya melihat kedewasaan yang mulai tumbuh perlahan. kedewasaan yang mungkin tidak saya temui dulu ketika waktu masih mengijinkan saya beraktivitas satu-dua bersama. well mungkin saja sih sekarang masih bisa, kalau saja kita tidak terbelenggu kenikmatan semua kesibukan keseharian.

menjadi dewasa. itu yang tampak dan tertangkap mata saya. senang rasanya melihat seseorang yang kita lihat berkembang perlahan, tidak tergesa dalam hiruk pikuk hidup. senang rasanya melihat seseorang yang kita pedulikan (walaupun tak harus diperlihatkan) seperti lepas dari kepompongnya perlahan. melanjutkan hidup di bagian lain jogjakarta, indonesia, atau mungkin diluar indonesia tercinta ini. semacam iri yang membangun pun terkuak ketika melihat wajah wajah itu seperti sudah mulai menentukan pilihan hidup dengan konsekuensi lebih..

menjadi dewasa. sudah kah saya? itu kemudian yang terlintas dalam kepala saya..

entah, disatu sisi saya merasa sisi kekanak kanakan saya makin terasa kekanakan. dengan segala keinginan untuk dimanja dan diperhatikan dengan sangat. dan di satu sisi lain yang dalam saya seperti melihat kesabarannya bertambah, pengertiannya bertambah, dan seperti memulai fase baru untuk jiwa yang lebih tegar lagi. seperti lebih mengerti apa yang saya mau, bagaimana yang saya mau, dan apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkannya… ternyata masih sangat panjang :)

menjadi dewasa. dalam segala bentuk definisi nya. sudahkah?

ahh sudah pagi….

"keep tryin’ it’s never too late..it’s never too late"
Nidji - Never Too late, Alb.Top Up