for i do . . .

January 15th, 2008

for i do . . .
if the key words of happiness lays in that word

for i do . . .
with all this factured heart
and it’s wounded beat

for i do . . .
love every click of the clock
that we spent

for i do

Hidup itu. . .

January 15th, 2008

Hidup itu di mata seorang Albert Einstein mungkin adalah probabilitas dan relatif. Kesimpulan ngawur setelah membaca salah satu kutipannya "Uncertainty is a part of reality" (yaa saya kan ga mengenal beliau secara personal yahh)

Tapi seminggu lalu, kalimat yang dilontarkan oleh Oprah di salah satu episode re-run Oprah Winfrey.."Maybe, HE created us for a greater good" (HE, refers to The Almighty) Ya, tersentak begitu saja.

For i think people are gettin’ more and more individual. Have we ever think while we’re doing (or intend to do) something for the good of others? Not just scrappin’ gold as much as we want for a better life for ourself. For sure, me, myself, still tryin’ to do the best for myself and the man who’ll stand before me.

But, just being a curious one. Suddenly i wanna ask you this (a question i ask myself too) Because there’s a day when someone ask me why i should bother myself to think and help other as good as i can without further intention (benefit for myself)

And for that time, i couldn’t aswer. Karna di satu poin yang lain ada benar-nya juga ketika menolong menjadi sesuatu yang merepotkan, atau bahkan merugikan diri sendiri. I can only hold on after my father’s words. A good deed will end you to another good thing. We shouldn’t ask too much for a favour.

Dan kemudian, Oprah mengatakan hal yang sama. Dalam kacamata bekerja dan mendapatkan uang - hal yang penting untuk tetap hidup. She said, the secret of her success was, doing something for a greater good. Help. Service. And then money will comes as it’s bonuses. As Bill Gates, Rhonda Bryne, and millions of those great man.

Well, i just wonderin’..cause the world i live today? it’s seems like fading. The willingness to help others. Sepertinya berbuat baik harus dengan alasan. Niat baik pun terasa seperti -i give you something, only when you give me something in return- Saya mulai berfikir seperti itu untuk sementara.

Sampai saya kemudian tetap saja bertemu dengan orang-orang yang melakukan banyak hal untuk orang-orang di sekitar nya tanpa berharap akan sesuatu. Well, you just can tell by your heart aight? when someone’s tryin’ to help without anything as a debt. Ya, seperti kata Conan Edogawa "tidak selalu perlu ada alasan untuk berbuat baik" ( ahahahah kebanyakan baca ). As long as it’ s not ruining your life, why should you hold yourself to do something good?

Berbicara soal melakukan sesuatu, pagi ini membaca deretan deretan berita menyedihkan tentang negara saya yang tercinta ini. Saya hanya berharap mudah-mudahan saja masih ada -sadar- (atau nurani?) pada orang-orang yang kebetulan memiliki kekuasaan lebih. Oh i do hope they still remember. tetap ingat akan tanggung jawab yang mengikuti semua yang tersedia di saat kesiapan memimpin terucap.


As i remember again, a qoute "In such great power, comes a great responsibility". And in their hands, there’s many lives.

About you? (and me)

we still can be the agent of change. . .
Because maybe, we’re all created for a greater good. . .

ohh whatta day

January 9th, 2008

kemarin, paman datang..halah..bukan, maksudnya kemarin saya mengadakan perjalanan singkat. menuju kota Solo. Vacancy? nope..sayangnya sih engga..

saya ke Solo untuk pekerjaan. short of fun job, jadi ceritanya nih malem sebelum-nya dalam keadaan tergeletak tak berdaya karna satu penyakit menyebalkan (masuk angin tahunan!) another old lame story lahh..

tapi menyenangkan sekali perjalanan kemaren, heheh..yah gimana enggak? satu travel ama orang-orang pintar nan gila? heheheh…berangkat, saya banyak ngobrol ama Abe soal siaran malam relay di berbagai radio. Comparing those great man behind the mike tru’ the night, kemudian bergeser ke cerita horor, dan ditutup dengan obrolan tentang wisata kuliner (bakso paling enak di jogja dimana hayoooo. . . .)

kemudian disambung angkut angkut barang properti masing-masing. bersiap-siap diposisi sendiri sendiri, dan makan siang yang menyenangkan. In short it was fun.

But the actual fun was the way back home. Exhausted with long hour non stop talking, smiling, and explaining. We were ready to set back home. Perjalanan pendek pulang yang seharusnya (tadinya) mau dipake buat tidur karna kondisi perut dan kantong sama-sama udah gendut :p malah jadi satu jam 30 menit penuh cekikikan.

Gara-gara ngebahas hal-hal berbau 80an hingga 70an mungkin yah. Kocak aja di umur kita yang engga tua-tua banget untuk hafal hal-hal detil di jaman segitu, masih ada memori buat hal-hal yang jadul dan klo sekarang sih mungkin kerasa nggak banget. Satu bukti bahwa kalau orang bilang anak-anak sekarang terlalu cepat dewasa, secara tidak sadar sih dulu kita juga lebih cepat dewasa dalam hal berbeda, dengan hal yang berbeda.

Seperti kalau jaman sekarang adik saya udah apal Peterpan dan kawan-kawan. Kaya’nya dulu juga kita mah nyuri nyuri nonton jg sempet menikmati Melrose Place, sampe Dynasti dan The Bold And The Beautiful (yang asli deh itu gw nonton di bawah umur banget)

Saya, for example ternyata masih inget samar-samar lirik lagu "Yang Hujan Turun Lagi" yang lupa lagi deh siapa yang nyanyi. Lagu-nya Rano Karno "Bukalah Kacamatamu", Tomi J Pisa, Yana Yulio, Julis Sintanggang, sampe si ganteng Rici Ricardo.

Yaa..klo saya mah mungkin terpengaruh ama kakak dan nyokap yahh..Nyokap saya kan penggemar berat Meriem Belinna dan Nicky Astria. Jadi ga heran sehh..

Tapi yang paling ngakak adalah, ada satu team hari itu, yang umurnya lebih muda dari saya, yang *edaaaaaan* selera jadulnya itu lhooo!  ngalahin semua yang lebih tua yang ada di mobil itu!

Dia yang paling apa ama semua lagu-lagu jadul itu, yang tau kalo Parkit Film itu ternyata masih punya-nya Punjabi bersaudara (ga inget yang mana :p ) dan yang bahkan tau kalo lagu nya Betharia Sonata (pulangkan sajaa..aku pada ayahku..atau ibuu kuu) itu masuk ke dalam album "Pondaah Best Collection" (kalo gw ga salah inget), dan urutan acara hari minggu di TVRI jaman segituh..

huwahahahahahhahahahahhhh!!!! ampe nangis dahhh ketawa nyaaa