bocor
djogjakarta, 22.20 WIB
suara
ramai kendaraan di jalan bercampur hiruk pikuk ditengah jogjakarta
menuju tengah malam..dan kemudian sayup sayup terdengar obrolan di satu
kendaraan matic yang dikendarai sepasang muda mudi berumur sekitar
akhir 20 dan awal 20.
mas X ; kamu besok banyak kerjaan dik
dik X ; iya mas, alhamdulillah kecil tapi dikit dikit ngumpul ya mas
mas X ; iya udah kamu nanti langsung istirahat begitu nyampe
eh eh ,,sik dik, wahh kok ini motornya ndak enak jalannya
kayak nya ban motornya gembes..coba kamu turun dulu gih
(
dik X turun dari motor yang mereka naiki, melongok sedikit kearah ban
belakang bersamaan si mas menolehkan kepalanya kearah bawah belakang
motor)
mas X ; wahh bener to dik ,aku tu baru mbatin kemaren,,
wahh ini susah kalo tiba tiba pulang malem malaem terus bocor di jalan
dik X ; wohh,,tak kira ini ban nya tubeles mas jadi kalo bocor ndak papa..ternyata ndak ya
mas kaya’e sekitar sini ada tambalan ban deh mas,,tapi ini minggu yo mas..
buka ndak yahhh mas..coba aja yukk..
mas
X : ya udah kita cari dik, kalo ndak ada di depan pengkolan sana kamu
langsung naik taksi aja pulangnya biar ndak kemaleman dik. kamu besok
pagi pagi to?
dik X ; lha kamu to piye pulangnya mas?masa tak tinggal ghitu
mas X ; ndak papa tak tuntun aja sampe rumahku, ndak jauh kok, pelan pelan pasti nyampe
dik X ; wah masss..udahh nyari tambalan aja dulu mas..
mbok tau ada yang buka minggu minggu gini
mas X ; ya udahhh,,kamu naik aja, kita jalan nya pelan pelan..kamu jangan jalan kaki coba dulu wis,,kaya nya di jalan besar yang sana ada..
(setelah 30 menit berjalan pelan pelan)
dik X ; mas, tak tanya tukang jualan itu, siapa tau daerah sini tambalan ban dimana
(mas X tidak menjawab, tapi menepikan motor yang tetap mereka naiki itu. setelah si dik X bertanya..)
dik X ; ohh mas, itu kata nya disitu itu ada kok,,tuh ya keliatan dari sini
setelah
sampai, dik X langsung duduk di bangku kayu panjang dengan gitar
tergeletak di sampingnya sementara mas X mulai menjelaskan maksud
kedatangan mereka ke tambalan ban itu..(hmm perlu ya ngejelasin
segala?hwhwh)
tak lama kemudian, si mas X duduk disebelah dik X sambil mengambil si gitar ke pangkuannya.
mas X ; duhh kok ya malem malem gini to yo ban nya kempes
dik X ; lha itu udah pernah bocor belum mas?
mas X ; belum sih dik, sejak beli dulu, yo lumayan lama yo
dik X ; he eh mas,,itu mungkin memang udah saatnya,,udah jatahnya bocor mas
mas X ; untung nemu tambalan
dik X ; tapi kok tukang tambal ban nya ya ibuk ibuk gitu yo mas..aku kasihan he,,tapi yo kok kagum juga..ibu ibuk kuat nambal ban gitu..hebatt
mas X ; wahh udahh..kita nggitar nggitar aja gitu sambil nunggu
jreng jreng jreeeeng…mulai lah si mas mulai menggitar gitari si gitar…
mas X ; haduh lah ini kok gitar sama sekali ndak di stem gini tohh..suara nya ancur
dik X ; ooohhh..kok mas tau yha? mas hebatt ya tau gitarnya ga di stem
mas X ; whoo,,aku ini paling ndak bisa kalo liat gitar ndak di stem gini
gatel ini kuping aku mau mbetulinnn..sik yooo..
beberapa
menit di lewati dengan si mas X memutar mutar senar, dan si dik X
memandang dengan kagum tanpa berkedip…mengagumi mas X yang ternyata
oke juga soal musik
mas X ; sini sini..coba kamu tempelin telinga kamu ke badan gitar nya
dik X ; wah mas,,suara gitarnya kok lain yaa..lebih bagus
mas
; yhaa..iya,,karna itu ada teknik nya..biar gitar biasa bisa jadi gitu
nanti suara nya..kaya pake yang elektrik to suara nya?
dik X ; ooooo…iya ya mas..wah ndak tau aku bisa to ya ternyata
(sambil mangut mangut tambah kagum pada mas X)
mas X ; yooo..ini lagu apa inii…jreng jreeeng ( si mas mulai memainkan beberapa melodi)
dik X ; waaah..ini…aku tauuu…
"karna ku tau engkau begituuu…"
(si dik X mulai bernyanyi seadanya mengiringi petikan gitar si mas X)
mas X ; naaaa..kalo yang inii,,ni,,kamu bisa ndaaakkk
dik X ; " kuterima suratmuuu..dan kubaca, dan aku mengerti.."
lho mas, kok berenti,,ini aku apal lagu nyaaa
mas X ; wehh..males..kamu ndak pernah nulis surat buat aku kok…heheheh
dik
X ; waah mas nyaa…aduh… aku jadi malu…kamu kok bisa nggitar nya
bagus banget ya mas..aku ndak tau he kamu bisa nggitar malah…
mas X ;lhoo..ini kamu tau ndak tanganku ituu dulu sampe’ kapalan ini gara gara nggitar..
malah kalo nge bass itu lebih susah lagi..
dik X ; ooo..ya ya (mantuk mantuk lagi meng iya kan omongan mas X nya)
mas X ; nah kalo ini…ini lagu nya kamu tau ndaak…
(si mas kembali memainkan lagu lain dengan permainan gitar lebih rumit..sambil menggumammkan lirih..)
mas X ; …you…and..me…alwaaays…and forever..youu and me..alwaaaays
dik X ; wuaahhh mas, mas kamu kok yo tau lagu itu maaas..
waahh ya itu kan pasti You and Me Song mas! yang nyanyiin kan itu
Wannadies**..ya tooo maaas..whee kamu kok yo nggenah ya..
mas X ; yoo dulu jamannya aku main musik ini kan ya sering diputer lagi to..
siapa gitu yang nyanyiin lagi gitu..aku ndak ngerti,,tapi masi inget musiknya..
dik X ; wahhh kamu yo suka lagu itu yo mas…
mas X ; lho kenapa?
dik X ; ndak, ndak papa mas…
~~~~~duuuh…lagu itu yo aku seneng banget mas,,tapi ndak ada yang mainin lagu itu buat aku daridulu, ndak ada yang tau aku cinta lagu itu, baru kamu aja yang mainin itu,,tapi ya ndak tau itu buat siapa mainin lagunya..kamu ternyata suka juga to mas..~~~~~
suara lirih ini sayangnya cuma ada di hati si dik X
kemudian
obrolan mereka terhenti oleh suara ibu ibu penambal ban yang memberi
tahu mereka bahwa motor mereka sudah bisa dikendarai seperti semula…
mas X ; yuk,,dik,,kita pulang..wis selesai ini,,
dik X ; iya mas,,,makasih buuuk..mariii…
mungkin…mungkin lhoo
malam
itu adalah saat menambal ban bocor terindah dalam hidup dik X. karna
dia menemukan kesamaan yang tidak pernah ia kira sebelumnya..lagu
kesukaan yang nge pas sama? atau kenyataan bahwa mas X punya jiwa musik
yang besar? hmmm..diantara dua pilihan itu pasti nyah…
You and me always, and forever
You and me always, and forever
ba ba ba ba da ba, it was always
You and me always..
**
You and Me Song" was a hit by the Swedish band The Wannadies in 1994.
It was featured in Baz Luhrmann’s William Shakespeare’s Romeo + Juliet.
It peaked at number 18 in the UK singles chart in April 1996.
the man of our life
man..
the heart of women’s life
the object of many unspeakable and unexplained things
the object of an affection..
pria,,,,hal yang tidak akan pernah habis dibahas
seperti pria juga mungkin akan berfikir sama tentang wanita
saya, wanita normal. yang pastinya tidak pernah bisa lepas dari pria.
di pekerjaan, dan juga kehidupan pribadi. sama seperti beribu wanita diluaran sana.
pria, adalah objek yang mendekatkan kita dengan banyak hal lainnya. contoh hal nya untuk saya, dengan banyak wanita. Ya, kalau bertahun tahun lalu pria hanyalah sekedar tempat saya mencurahkan keinginan dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
ternyata, pria (dan juga cerita yang kita lewatkan bersama mereka) bisa jadi sesuatu yang mendekatkan saya dengan para wanita. apalagi kalau bukan untuk berbagi. iya, setelah saya tilik lagi, saya tidak akan menjadi lebih dekat lagi dengan kakak saya tercinta kalau saja saya tidak pernah bertemu dan berdekatan dengan pria.
saya tidak akan punya sahabat sahabat tercinta kalau saja disatu saat di hidup saya, akhirnya saya memutuskan untuk bercerita semua sisi sisi tergelap dari seorang pria yang pernah hadir di hidup saya. untuk pertama kali nya mencurahkan semua yang ada sejujurnya, semuanya, tanpa menghentikan setitikpun hal untuk saya simpan.Berbagi adalah hal yang meringankan ditengah ketidak adaan seorang figur pria.
Sayangnya,sahabat pun punya hidup dan juga keinginan sendiri. tidak mungkin rasanya mengharapkan sampai berumur nanti masih tetap akan berada di satu tempat terjangkau dengan sahabat sahabat yang setiap hari akan mengiringi hidup.
Dan topik soal pria juga lah yang membuat saya jatuh hati dengan seorang penyiar di Jakarta sana yang sering mengetengahkan topik bersinggungan dengan makhluk berjudul..lagi lagi…Pria…
as my favourite announcer one day asking his audience.
"masih ada nggak sih yang percaya bahwa ada cinta yang perlu diperjuangkan mengalahkan logika? dan satu hal yang katanya lebih penting hari gini…materi"
pertanyaan yang terkuak bersamaan dengan kenyataan bahwa Radit pun akhirnya harus merelakan Jani. The woman he promised anything. They’ve been tru’ sad and bad times..(precisely..no, not the bed time, but the bad time) and yet, they failed everything. They failed everything against the world.
The World. define "WORLD" please?
well, menurut saya? ya orangtua, keluarga besar, kultur yang makin bergeser, bahkan sinetron dan iklan yang makin membentuk perspektif yang semakin kuat. entah apa perspektif yang kamu tangkap…
tivi? hell yeahh..
entah saya yang semakin menjadi dewasa (kata lain untuk tua sih sebenarnya) sehingga lebih kangen rasanya dengan tontonan semacam Keluarga Cemara, Jendela Rumah Kita (which i can’t even remember sih sebenernya hahahah). Saya setengah muak dan sedih dengan berita demi berita yang setelah saya pantenginpun terasa seperti menyodorkan kenyataan bahwa kenyamanan dalam bentuk materi adalah segalanya. Bahwa segalanya perlu uang.
Despite of it all. Pilihan mengikuti logika atau hati itu adalah hak masing masing orang. Seperti satu sms yang di bacakan oleh penyiar senior itu,
"Well bro (kata pengganti untuk penyiarnya) sometimes, berlogika itu perlu, berjuang demi cinta itu juga perlu. Tergantung cinta yang seperti apa dulu "
Dan topik ini, lagi lagi mendekatkan saya dengan para wanita. Yang tentunya meluncurkan pendapat yang beragam dan seru seru. Lagi lagi ya baliknya ngobrolin pria..ahahahahhhh..dan jawabannya, pastinya tergantung dengan pengalaman mereka dengan pria mereka masing - masing.However man has come and go in their life, how much pains they’ve endured, betrayal, and all you can ever imagine of the hard way to break up. Still after a moment or two. A year or more. From a girl until they’ve became a woman.
Seperti diawal saya bilang mungkin. Kebutuhan dan keinginan untuk mencintai dan dicintai, bukan berhenti disana. As the world going mad and unexpected. Kebutuhan akan pria yang bisa menjadi pengisi tempat sahabat, bukan hanya sekedar kekasih semakin menguat. Ya, the need of a man in up, equal, and under
yang pada waktunya tidak bisa dibunuh dengan setumpuk buku, film, ataupun setumpuk uang.
Mengapa? hmm saya sih sudah puas dengan jawaban Adam tidak akan lengkap tanpa Hawa. That’s what it’s supposed to be.Seperti satu kata dalam bahasa jawa…Garwo..Sigarane Nyowo..
Perhaps, the need urged us as we need to drink whenever we’re in thirst
and meal, wouldn’t be relieving without it..
man. . .
the one who we can live without
but still, the one we can’t leave behind