biarkan saja begitu

October 27th, 2007

membuat hidupku menjadi bermakna, membuat setiap detik kita ber-arti..
menikmati senyum di setiap tarikan bibir yang selalu bercerita menjelang petang..
membiarkan rasa ku berlarian tanpa kubatasi..
dan membiarkan kesederhanaanku terlihat tanpa samar..

sesederhana hadirmu dan ada-mu

biarkan saja begitu

mencintai hati

October 27th, 2007

IDUL FITRI, adalah satu dari sekian banyak momen yang tepat untuk membersihkan diri. seperti mandi yang kita lakukan setiap harinya, entah satu atau dua kali. walaupun, sebenarnya sih untuk benar-benar membersihkan benak, mencari celah ketidak sempurnaan di belakang pundak, tidaklah butuh momen dengan papan besar terbentang..

memilih waktu yang ada disetiap saat hidup yang masih dihirup, sepersekian waktu di saat sekarang pun sebenarnya bukan hal yang sulit..mungkin,kita yang terkadang mempersulitnya, atau memilih tidak mau tahu?hmmm…namanya juga manusia

seperti seorang teman berkata bahwa setiap diri akan selalu membutuhkan waktu untuk sendiri. pernahkah mencoba satu cara bersih-bersih bermain dengan benak tanpa seseorangpun membantu menjernihkan jalannya, diam dan hanya diam. berusaha menahan semua rasa hanya dengan diri sendiri. mendekatkan diri dengan hati.

mmm mungkin mirip seperti ketika sedang pedekate dengan satu orang yang menarik hati, dan mulai menyamarkan pandangan untuk lawan jenis yang lain ( atau ketika ketika hati sudah berhenti berdetak satu-dua detik pada satu orang, secara otomatis semua yang lain akan terlihat samar ya? karna fokusnya kemudian berhenti di satu orang ?) well anyway, ya mirip seperti itu sih prosesnya menurut saya.

pedekate ama hati sendiri..mencoba untuk berhenti bicara dengan suara, dan menggantikannya dengan obrolan dengan hati sendiri. enak ngga enaknya sih tergantung yang menjalani. toh kata ibu saya (lagi-lagi) apapun yang terjadi, baik-buruk, enak-tidak enak akan seketika menjadi menyenangkan kalau diniatkan :)

satu cara  yang efektif menurut saya untuk akhirnya kembali mencintai diri sendiri..
ya, karna terkadang semua hal yang kita lakukan, upayakan, dan harapkan untuk jangka waktu yang tidak sebentar dan memberikan hasil yang tidak seperti bayangan membuat kita cenderung tidak mencintai diri sendiri. and instead of love, we begin to hate ourself, and those things we ever did unperfectly. and i’m affraid it could ended us in a life with a big hole in certain time..

dan mencintai hati sendiri buat saya adalah penting. bukan dengan maksud menjadi narsis, nope. tapi menjadi pemaaf bahkan untuk diri sendiri. karna dia lah satu satunya yang pasti akan menemani kita hingga jatah waktu habis. karna dia satu-satu nya yang jodohnya sudah pasti (kecuali dalam waktu dekat elo bakal menjalani operasi cangkok hati, that’s another case). dan berdamai dengan hati bisa jadi jalan yang baik sebelum memutuskan untuk membukanya kembali..at least menurut saya, bijak untuk diri sendiri. dibandingkan harus kembali mengingat dan mengingat lagi semua yang seharusnya diletakkan di belakang an seharusnya menjadi tidak lebih dari masa lalu, disaat langkah sudah jauh….

mencintai hati, buat saya seperti benteng kuat untuk bertahan ketika satu saat berada dalam keadaan dimana semua keyakinan tiba-tiba seperti bertabrakan. semua fakta dan perasaan tidak bisa bertemu, semua suara jernih pun tak bisa terdengar..

pedekate dengan hati juga engga susah, cukup dengan curhat, cerita ama diri sendiri, mengeluarkan satu pertanyaan, kemudian diam..diam, seperti DIA Yang Diatas dalam diam pun mendengarkan..dan mungkin perlahan menjawab seperti saya yakin DIA tidak hanya akan diam dan berlalu..karna setiap hati pun milikNya..

hati yang dicintai pemiliknya, mungkin saja tidak akan memberi jawaban. tetapi mungkin saja ia tetap disana menemani disetiap saat kau merasakan kesakitan dan kesendirian menyesap..dan mengerti..

…mencintai hati, akan melegakan ketika dalamnya hati yang lain tak bisa diukur bahkan dengan rasa…

ps, maaf kalau bahasanya terburai dan tidak dimengerti hahah

teruntuk, citra febriani

the price to pay

September 11th, 2007

semua orang pernah jatuh cinta.

oho pastinya… entah cinta yang tiba-tiba datang ketika sedang asyik memainkan jari menekan-nekan mouse-nya, menjelajahi dunia maya..friendster, multiply, tagged, flicker, atau bahkan ketika dengan isengnya mengetikkan kata-kata sesederhana "cantik", atau "ganteng" di yahoo images. dan tiba-tiba saja jatuh cinta pada sesosok yang tergambar di halaman temuannya.

dan tidak menutup kemungkinan cinta itu datang ketika satu hari saat tidak sengaja menonton satu film keluaran hollywood ataupun bollywood dan kemudian bedecak kagum melihat salah satu pemainnya yang tampak begitu teramat indah. Well pemakluman bahwa manusia memang diciptakan untuk menghasilkan dan mengagumi segala sesuatu yang indah.

but, i know that you know..that’s not what i mean..

ya, jatuh cinta yang jauh melebihi apa yang hanya terasa dalam hitungan menit atau malam dan kemudian terlupakan di keesokan hari nya dengan segala rupa kesibukan.

Entah cinta sebesar apa yang bisa membuat lagu seindah She-nya Elvis Costello walaupun bukan Elvis lah yang pertama kali menyanyikan lagu ciptaan Charles Aznavour dan Herbert Kelmer yang pada awalnya dinyanyikan Aznavour dalam bahasa Inggris, Perancis, Itali, Spanyol dan Jerman. Sempat meledak di Billboard charts di tahun 74 walaupun tidak di Amerika dan perancis. Versi Elvis lah yang kemudian banyak dikenal orang…hmmm lagi-lagi mungkin karena versi suaranya yang direkam ditahun 99 ini sangat menyatu dengan filmnya sendiri yang tidak kalah indahnya.Notting Hill

kalau lagu ini membuat kamu tiba-tiba teringat seseorang wanita yang selalu saja terlihat seindah dan selalu menjadi alasan untuk bertahan dan hidup. dan sebagian lagi justru tersipu-sipu karna teringat sesosok pria yang pernah mempersembahkan lagu ini. Saya justru selalu mengingatnya sebagai penggambaran betapa hebatnya satu perasaan bisa saja timbul dikarenakan seseorang manusia dan menjadi inspirasi. bagaimana cinta bisa membuat seseorang begitu memuja. dan pemujaan adalah guilty pleasure setiap wanita (hahahah,,no offense girls)

But in every treasure, i believe there’s a price to pay. . .

Harga cinta yang seringkali tidak berukuran. ada yang harus "membayar" dengan perasan airmata dan tahun untuk dihitung. Kekecewaan dan kepahitan yang sama mematikannya dengan keindahannya. Walaupun ada yang juga orang-orang yang sangat beruntung untuk tidak perlu mencari dan mencoba berkali-kali untuk menemukan cinta yang berjodoh.

Lebih menyenangkan rasanya untuk tidak menghitung seberapa harga yang sudah terbayar, dan seberapa besar cinta yang sudah kembali? ( let’s not count it,or else you’ll get frustrated hahahahh). Lebih  melegakan melihat kembali sebanyak apa yang sudah kita pelajari dari harga yang sudah dikeluarkan, dan sedewasa apakah cerita-cerita itu membentuk dan mengubah diri.

some of the stories made us ended in anger
some of the stories made us ended in tears
but every of it has made us stronger and understood
with what kind of love we wanted to stay, n which have to throw away

She may be the face I can’t forget
The trace of pleasure or regret
May be my treasure or the price I have to pay

morning prayer

August 19th, 2007

the sound of morning twitterin’ my cheek
the smell of dew arouse my consciousness
ahhh is it already time to go?

push my soar eyes to open
cling to my sanity to wake
ahh it is my time to go

with a hope my days will go better
and may only the best . . .

how?

August 8th, 2007

how we will ever make ourself sure, the end is the end..?

Dua, atau tiga bulan yang lalu saya bertemu dengan seorang teman lama. Pertemuan setelah hampir setahun kurang tidak pernah ada komunikasi dan bertukaran cerita hidup. Saat itu, baru lah saya tahu bahwa dalam waktu dekat akan ada satu ikatan yang lebih serius lagi di kehidupannya,,she’s gonna be a wife.

very much excited, very much happy for her. as the happy day only days to count. but tonight, i’ve just got the news. everything has canceled..the wedd’s off..

well life, i’m pretty much sure would not ended in marriage. there’s gotta be more than that, and there’s gotta be else to come. it’s just an end of another beggining.

then, how will we ever sure, the end is the end?

. . .

August 4th, 2007

writer’s block do exist! damn

money matters

July 28th, 2007

it’s been a while..never touch these section of this site. been busy with money matters, like it or not i begin to understand that life cycle needs tons of sikles, knuts and galleons. and i found myself began to collect it ;p

talkin’ about galleons matter, beberapa hari lalu saya dapet kalimat sederhana. ngena banget karna pas aja sih ama keadaan hidup.

ceritanya, yang namanya hidup itu kan naik turun yahh? dan yang paling engga enak itu kan pas dibawah yak? apalagi kalo dibawah untuk jangka yang lumayan panjang. bukan turun, tapi berhenti.

well, kalau dibilang orang tua itu menang pengalaman hidup? saya setuju banget. dari orang yang lebih tua (dalam artian apapun) seringkali cerita cerita tentang jatuh bangunnya hidup ini menjadi menarik (saya jadi tau kenapa ada orang yang hobi banget baca biografi orang-orang terkenal). dan kebetulan "orangtua" ini punya cara yang kocak dan ringan untuk menceritakan cerita-nya.

karyawan; pak, gimana yah caranya biar bisa punya sesuatu gitu, untuk pegangan hidup. kok tetep begini begini aja.susah he pak

pak X; dinikmatin ajaah,,

karyawan; wah gimana ya pak,,

pak X; Dah, gini aja..kamu masih bisa makan?

karyawan; masih pak, alhamdulillah

pak X; Nahh,,ya udahh. Masih bisa makan ta? berarti masih bisa dipake mikir kann? nah ya udah tuh berarti masih bisa idup..

kalo orang masih bisa mikir, pasti masih bisa idup

hwahahhahahahahhahahhh…iya ya, saya jadi mikir. saya kan masih bisa makan ya? masih bisa mikir mau bikin apa dengan hidup untuk hidup. seperti kata beliau, orang terkadang akan maju dan bisa memikirkan jalan yang tidak terpikirkan sebelumnya ketika ia ada di satu tekanan, atau dalam keadaan tertekan.

rite then, selamat menikmati tekanan hidup kita masing-masing ;)

takut

July 23rd, 2007

berita taufik savalas yang meninggal itu datang ke handphone saya tepat jam 5 pagi, dari PD saya yang mengingatkan jangan lupa mengucapkan turut berbelasungkawa..

selintas, yg saya pikir hanya "oh well, it must be his best time to go"

kemudian berhari-hari kemudian (tepatnya hari ini) saya teringat lagi begitu saja kejadian perginya om taufik, gara-gara chattingan saya sama seorang sahabat. membicarakan kondisi seorang sahabat yang lain yang saat ini sedang sakit..

dan kemudian saya ingat kembali ke beberapa tahun dibelakang saya, masih tajam di kepala saya bagaimana saat itu saya sangat ingin pulang pada-Nya. bukan karna saya sudah sangat siap, ataupun karna yakin bahwa dosa saya sudah cukup sebanding dengan ampunan yang saya minta..

simply because i felt that there’s so much possibility i will do the same mistakes, or even worse one…till the end i don’t have a way to go back to Allah..

dan hari ini, saya mendapati satu postingan blog teman saya, yang mengutip…

Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati" ( Surah Ali-Imran :185).

sekarang, saya kembali takut mati..takut kembali tidak dalam keadaan yang terbaik. . . .

Minority Report

July 12th, 2007

Sehari yang lalu saya makan di satu gerai fastfood di salah satu mall di jogjakarta. Enak, lha wong menu nya adalah Bakso, makanan yang kalaupun secara konstan dihadapkan di hidung saya seminggu penuh pun ngga akan jadi masalah…

Tapi ada yang berasa kurang..
Apa yah? apa karna suasana hati? atau yang nemenin?
hmmm….ngga juga, yang ikut makan hari itu adalah partner saya tiap pagi ngebangunin orang-orang. Masalah lucu? dia ngaku orang nomer 2 terlucu setelah Tukul (he3 ngarang kalo yg ini)

Dibandingkan dengan hari ini,
Makan siang saya adalah semangkuk Yamie Bakso di daerah Kemetiran sana. Entah nomer berapa, yang jelas itu warung Yamie kecil yang dibuka di depan rumah si empu-nya tempat makan. Yang ternyata bukan cuma saya yang tahu. Ternyata ini juga tempat makan temen deket nya Ruri, temen deket saya,satu batch di kerjaan saya yang cuma berjalan beberapa bulan itu. Heh ternyata. .

Ya, kalo dibandingkan ama makan kemarin, saya sangat menikmati makan siang hari ini. Satu porsi Yamie asin dan teh manis yang cuma menghabiskan 6000 perak ini justru lebih memuaskan. Apa karna sendiri? Atau karna harganya? Apa karna mas-mas yang jual ngomong "wahh mbak nya udah lama nggak kesini ya?" bikin saya ge-er dan terkesan? naaaaa….it couldn’t be that shallow   :p

He3 actually karna hari ini saya iseng main ke Beringharjo. Yapp,,pasar Tradisional demenannya emak-emak (termasuk emak saya) itu akhirnya saya jajah juga. Gara-gara anak-anak lantai 3 tuh yang selaluu bilang "ke Beringharjo ajaaa…!!!" tiap kali saya nanya dimana yah nyari jilbab lagi? Yang  bisa buat ganti ganti gituuhh?

And finally, saya kesana juga…padahal justru hari ini minus temen-temen..Yah grup hore-hore lagi pada sibuk semua! Ada yang sibuk ama persiapan  sebelum take iklan baru, ada yang sibuk pulang ke Jakarta tiba-tiba dan cuma sms doang. Ada yang kerja dan susah amat yak klo ditelpon???

Hunting yang berakhir dengan beberapa pasang jilbab yang langsung ditaksir dan mau digantiin ama Mbak Indah..hwahahahahah…pilihan sayaaahh..

Dan sebenernya, kenapa saya makan Yamie siang ini? karna warung Yamie itu deket ama Beringharjo aja sihh..
se-simple itu aja sih alesannya..hwhwhwhwh…

Yang jelas kalau nyari tempat makan kecil dan bersahabat model begini di Jogjakarta, setelah dipikir-pikir banyak juga ya? Yang penjual nya sangat menyenangkan dan ramah. Yang harga makanannya juga ramah banget buat kite-kite yang lagi bener-bener niat mau ngumpulin duit biar cepet kaya dan pensiun cepet sambil ongkang-ongkang kaki (yeah includes me,,,hehehehehhhh)

Hari ini bisa dibilang makan siang yang inspired…
Bersyukur, karna ketika saya kehilangan sesuatu di ativitas harian saya, Yg Diatas memberi saya kesibukan lain yang tidak kalah menghasilkan duit-nya hahahahah…

Bikin saya malu karna pagi-pagi buta sempet mengeluhkan hal-hal kecil yang engga penting tentang hidup, kalah mental ama bapak-bapak buta yang saya temuin di tengah-tengah Beringharjo…jualan!

Jenius itu 1% Inspirasi, 99% Keringat!
Dan semua kesusahan terkadang akan lebih terasa ringan jika tidak dikeluhkan

miss you ang, much

the last time you really had fun?

July 9th, 2007

pertanyaan jam sebelas malam yang dilontarkan mas irvan disela-sela tusuk tusuk sate yang bertebaran disekitar kita (kaya makan brapa porsi gtu yakkk?) untung kita engga ada yang pake susuk, jadi bebas bebas aja makan sate sambil ngobrol..he3

ya,,the ultimate question for tonight adalah..

Kapan terakhir kali kamu bener-bener ngerasa fun?


entah karna ngelakuin satu hal sepele yang berhubungan dengan hobi, such as bengong sendiri sambil mancing, dikelilingi komik-komik tercinta di kamar yang nyaman sampe ketiduran, atau hanya lataran depan kost yang silir kalau sore-sore ditemani teh hangat dan lamunan indah (bahasanyaaaaa…)

hey, jangan anggep remeh lho, karna pertanyaaan ini bikin satu orang berkerut-kerut, berkedut-kedut mikir kapan dia terakhir bener-bener ngerasa seneng,,,dan sampe sekarang tetep  belum nemu jawabannya..hahahahah
(huh,,bertemu saya setiap hari ternyata bukan kesenangan yang ultimate buat dia :p he3)

yeahh…

buat saya, it would be in ruri’s room with ela, niken, a bunch of cd’s, with us cryin’ in the end of the movie…atau bisa jadi itu momen kalau saja ketika setengah tertidur tiba-tiba merasakan satu tangan mengelus kening saya, dengan satu kecupan kecil penuh cinta (well this is me and my wild imagination :P)  whuahhhhh…

jadi klo itu pertanyaan buat saya? nggak seruuu..habis saya akan bilang banyak sekali….hampir setiap hari ada satu kegembiraan teramat sangat yang saya rasakan…

hayo hayo..let’s remember..kapan terakhir kali kegembiraan amat sangat itu engaku rasakan wahai temans? (pssst..gajian engga termasuk lho yaaaaa)